Dihadapan Pedagang, Rachmat Noer Ajak Warga Makassar Menjadi Pelaku Usaha

Bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rachmat Noer (tengah) bersama anggota DPRD Makassar, Zaenal Daeng Beta (kiri), dan Wakil Ketua DPRD Sultra, Adi Jumardin (kanan) saat melakukan pertemuan dengan para pefagang di Makassar di Hotel Romedo, Sabtu malam 27 Juli 2019.

Bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rachmat Noer (tengah) bersama anggota DPRD Makassar, Zaenal Daeng Beta (kiri), dan Wakil Ketua DPRD Sultra, Adi Jumardi. (kanan) saat melakukan pertemuan dengan para pefagang di Makassar di Hotel Romedo, Sabtu malam 27 Juli 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rachmat Noer (ARN) mengajak warga Kota Makassar untuk menjadi pelaku usaha. Itu disampaikan ketika melakukan pertemuan dengan puluhan pedagang di Hotel Romedo, Jalan Andi Djemma (eks jalan Landak Lama), Sabtu malam, 27 Juli 2019.

“Warga Makassar baiknya juga menjadi pelaku usaha,”ujar ARN.

Kenapa? sebab dengan menjadi pelaku usaha artinya dapat mengembalikan ikon Kota Makassar menjadi kota niaga. “Di abad ke XVI. Makassar sangat dikenal sebagai kota niaga. Kini ikon tersebut sudah hilang. Dan lebih banyak dikelolah oleh pihak luar. Dulu yang mengelolah warga Makassar sendiri. Inilah yang perlu dikembalikan kepada anak cucu kita,”kata GM HRD Semen Tonasa ini.

Usaha yang dimaksud berupa industri kreatif. Seperti usaha kuliner, musik, fashion, dan desain.” Jadi tidak hanya lorong garden saja yang dibangun. Tapi industri kreatif pun harus ditumbuhkan,”tutur ARN.

Menurutnya, dengan adanya industri kreatif seperti itu tentu berdampak dengan pertumbuhan ekonomi daerah ini. Sebab yang merasakan langsung faidahnya adalah masyarakat setempat. “Memang pertumbuhan ekonomi Makassar cukup tinggi yaitu 5,5 persen. Tapi yang menikmati pembangunan itu hanya segelintir orang saja,”ucapnya.

Itu dapat dibuktikan dengan masih adanya warga Makassar yang belum menikmati air bersih. “Lihat saja di kawasan Rappikalling, Kecamatan Tallo. Masyarakat masih sulit mendapatkan air,”keluhnya.

Belum lagi, mirisnya honor guru yang hanya mendapatkan Rp 300 ribu per/bulan.”Insya Allah kalau saya diberi kesempatan menjadi wali kota maka gaji guru honorer akan saya sesuaikan dengan standar upah minimum provinsi (UMR). Bahkan saya akan menghapus perizinan yang menyulitkan para pedagang,”jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu anggota DPRD Makassar dari Fraksi PAN, Zaenal Daeng Beta dan Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Adi Jumardi, dan puluhan pedagang yang berasal dari Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo yang sudah menetap di Kota Makassar.