Busrah Abdullah Dekati PDI-P, PPP, dan Partai Berkarya untuk Pilwalkot Makassar 2020

Bakal calon Wali Kota Makassar, Busrah Abdullah ketika berada diruang kerja politisi PDI-P, Samsu Niang di DPR RI bersama Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) beberapa waktu lalu.

Bakal calon Wali Kota Makassar, Busrah Abdullah ketika berada diruang kerja politisi PDI-P, Samsu Niang di DPR RI bersama Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Wakil Ketua PAN Sulawesi Selatan, Busrah Abdullah mengaku telah melakukan komunikasi politik terhadap tiga partai untuk mendapatkan dukungan maju di Pemilihan Wali Kota Makassar pada 23 September mendatang. Tiga partai itu yakni PDI-P, PPP, dan Partai Berkarya.

“Pekan lalu saya ke Jakarta. Silaturahmi dengan mantan kolega di DPRD Makassar. Sekaligus melakukan komunikasi politik dengan pengurus partai di pusat untuk maju di Pilwalkot Makassar 2020. Partai itu adalah PPP dan PDI-P,”kata Busrah, Sabtu 27 Juli 2019.

Kolega yang dimaksud adalah anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, Samsu Niang dan anggota DPRD Makassar, Burhanuddin Baso Tika (BBT).

“Bersama BBT saya kemudian ketemu dengan Amir Uskara (Wakil Ketua Umum DPP PPP). Saya berharap untuk ketiga kalinya PPP bisa bersama saya. Koalisi dengan PAN di Pilwalkot ini,”ucapnya.

Sedangkan untuk Partai Berkarya, Busrah menambahkan, sudah melakukan komunikasi dengan Yusuf Gunco sebagai ketua partai tersebut. Yugo-sapaan Yusuf Gunco merupakan koleganya di DPRD Makassar pada periode 2009 lalu.

Untuk diketahui, syarat maju melalui jalur partai politik di Pilwalkot Makassar pada 2020 mendatang sebanyak 10 kursi. Berdasarkan perolehan kursi empat partai itu pada pemilu 2019 kemarin yakni PAN, PDI-P, PPP, dan Partai Berkarya di DPRD Makassar yaitu PDI-P 6, PAN dan PPP masing-masing 5, dan Partai Berkarya 2 kursi. Sehingga totalnya 17 kursi. Artinya sudah lebih dari cukup untuk maju.

Setelah mendapatkan dukungan partai, Busrah mengaku akan melakukan survei internal pada bulan September tahun ini. Kemudian survei bersama calon wakil wali kota pada Januari 2020.

“Saat ini tim sudah bekerja di 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Makassar. Saya menunggu hasilnya seperti apa. Karena saya menarget setiap kecamatan dapat meraih 50 suara atau 500 ribu suara di 15 kecamatan itu,”katanya.