Polda Sulsel Telah Petakan Daerah Rawan di Pilkada 2020

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –   Polisi Daerah Sulawesi Selatan (Polda) Sulawesi Selatan telah siap melakukan pengamanan dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten dan kota yang menggelar pemilihan di daerah ini. Menurut Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Dicky Sondani pemetaan dilakukan dua item. Yaitu kategori rawan dan tidak rawan.

“Ya, kami sudah melakukan mapping. Bagi daerah rawan konflik dan tidak,”ujar Dicky kepada awak media di Mapolda Sulawesi Selatan seusai menerima kunjungan lima pimpinan DPRD Sulawesi Selatan, Kamis 4 Juli 2019.

Ia mengungkapkan, daerah yang dianggap rawan seperti diantaranya Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. “Dianggap rawan karena disinyalir banyak penyelenggara yang bermain. Sama seperti di Pileg 2019 ini. Dimana sudah ada lima penyelenggara yang kami tetapkan sebagai tersangka. Sehingga rakyat bisa marah,”katanya.

Untuk mengantisipasi itu terjadi. Pihaknya tengah mempersiapkan 12 ribu personil untuk dikerahkan dalam melakukan pengamanan nantinya. Di daerah yang menggelar pemilihan. Yaitu di Kabupaten Barru, Bulukumba, Gowa, Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, dan Pangkep. Kemudian Kabupaten Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kota Makassar.

“Meski ada beberapa daerah masuk zona merah. Tapi kami berharap hal itu tidak terjadi. Dan kami berhasil menghapus stigma itu pada Pilkada 2018 hingga Pemilu 2019,”katanya.

Ia pun berharap, penyelenggara pemilu tidak bermain curang. Agar Pilkada nanti dapat berjalan secara kondusif.