KPU Sulsel Sudah Siap 100 Persen Hadapi Sengketa Pilpres di MK

Komisioner KPU Sulsel, Upi Hastati

Komisioner KPU Sulsel, Upi Hastati (foto/Ardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Upi Hastati mengatakan pihaknya sudah siap menghadapi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa besok, 11 Juni 2019.

“Kami sudah siap 100 persen. Sebab seluruh alat bukti yang diminta KPU RI kami sudah bawa,”ujar Upi ketika dihubungi Djournalist.com, Senin malam, 10 Juni 2019.

Alat bukti tersebut sebanyak 60 boks yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Berisi ordner atau map berukuran besar.

Dia menjelaskan, lembaran-lembaran dokumen alat bukti itu terdiri dari beberapa jenis formulir dari setiap tingkatan, mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Formulir itu diantaranya, seperti berita acara hasil rekapitulasi di semua tingkatan.

Formulir-formulir lanjut Upi, selanjutnya digandakan hingga 12 rangkap berdasarkan aturan penyediaan alat bukti bersidang di MK.

“Alat bukti yang kami bawa berupa DB, formulir kabupaten/kota, kemudian formulir DA untuk kecamatan dan tingkat desa. Kemudian, harus digandakan 12 rangkap, sesuai dengan peraturan MK dan aturan sidang penyediaan alat bukti. Kemudian, untuk C1 kami siapkan saja, tidak ada penggandaan karena belum ada perintah,”katanya.

Tak hanya itu, menurut Upi, KPU juga menyiapkan dokumen tentang data pemilih. Serta, formulir mengenai seluruh kronologi tahapan pelaksanaan pungut hitung yang terjadi di Sulsel. Hal itu diperlukan, sebab tim hukum Prabowo-Sandi mempersoalkan proses secara menyeluruh.