Nurdin Halid: Golkar Tak Akan Tinggal Diam Terkait Sistem Pemilu di Indonesia

Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid (tengah) bersama Syamsu Rizal (kanan), dan Risman Pasigai (kedua dari kiri)

Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid (tengah) bersama Syamsu Rizal (kanan), dan Risman Pasigai (kedua dari kiri)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Ketua Golkar Sulawesi Selatan yang juga Ketua Korbid DPP Golkar, Nurdin Halid (NH) menegaskan bahwa partainya tak akan tinggal diam melihat sistem pemilu di Indonesia. Pasalnya sistem tersebut tidak menguntungkan partai politik dalam berkompetisi.

“Kita ini korban sistem. Sebab kita sudah membuat perencanaan sejak penetapan DCS dengan mengundang caleg dan rakor guna membahas tapi tak sesuai hasil.Karena caleg bersaing sesama caleg sehingga berkompetisi untuk meraih suara terbanyak,” ujar NH kepada awak media, dalam acara buka puasa dikediamannya di Jalan Mappala Makassar, Sabtu malam, 1 Juni 2019.

Karena itu, kata dia partainya tidak akan tinggal diam dengan sistem pemilu yang berlaku sekarang ini.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Makanya kami akan bentuk tim Undang-Undang (UU) guna memisahkan Pilpres dan Pileg dan menawarkan sistem pemilu tertutup,” katanya.

Menurutnya, dengan sistem pemilu seperti ini, berdampak pada capaian partai. Karena para caleg menggarap suara dilahan yang sama.

“Ini tidak bertambah. Kader yang berkualitas tak laku jadinya, tapi ader yang berkualitas yang bekerja dengan sistem akhirnya kalah,”jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Harian Golkar Sulsel Syamsu Rizal, Wakil ketua Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai, Wakil Sekretaris Golkar Sulsel Irwan Muin, dan Nasaruddin Upel.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara KPU Sulsel beberapa waktu lalu, Partai Golkar mendapatkan suara terbanyak di Sulawesi Selatan dengan 833.382 suara.

Partai yang menempati urutan kedua dan ketiga dalam Pileg 2019 di Sulawesi Selatan adalah Nasdem dan Gerindra.

Adapun Nasdem memperoleh 684.533 suara, sedangkan Gerindra mendapatkan 645.464 suara.

Posisi selanjutnya berturut-turut diduduki oleh Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera.

Kemudian, Perindo, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, Partai Garuda, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Berikut data rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu legislatif Provinsi Sulawesi Selatan menurut nomor urut partai politik:

1. PKB : 259.970

2. Partai Gerindra : 645.464

3. PDI-P : 380.029

4. Partai Golkar : 833.382

5. Nasdem : 684.533

6. Partai Garuda : 25.857

7. Partai Berkarya : 132.611

8. PKS : 247.798

9. Perindo : 142.521

10. PPP : 338.093

11. PSI : 65.091

12. PAN : 418.440

13. Hanura : 43.249

14. Demokrat : 398.047

15. PBB : 36.289

16. PKPI : 7.683