Kader PPP Dorong Tenri Ajeng Untuk Pilkada Gowa

Ketua Umum PPP Amir Uskara dan Tenri Ajeng.

Ketua Umum PPP Amir Uskara dan Tenri Ajeng.

GOWA, DJOURNALIST.com  –  Jelang Pilkada Kabupaten Gowa 2020, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampil sebagai primadona. Dalam pemilihan legislatif 2019, mereka mengambil delapan kursi di DPRD Gowa.

Kenyataan itu membuat partai ini hampir pasti mendudukkan kadernya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Gowa. Soal mengusung, mereka hanya butuh satu kursi saja.

Praktis, nilai tawar PPP kian besar di Gowa. Berbicara soal siapa kadernya yang akan ia dorong di Pilkada Gowa, muncul beberapa nama baik perempuan dan lelaki.

Sekretaris DPC PPP Gowa, Arifuddin Dg Jarung, mengaku beberapa kader mendorong nama Amir Uskara untuk mengikuti Pilkada Gowa.

“Selain itu ada nama seperti Rafiudding Rafing dan Sahir Dg Pasang. Itu untuk kader lelaki ya,” kata Arifuddin saat dihubungi, Jumat 24 Mei 2019.

Saat ditanya apakah ada kader perempuan yang akan didorong dalam pilkada yang sebentar lagi dihelat ini? Dg Jarung mengiyakan satu nama.

“Ibu Hj. Andi Tenri Ajeng masuk. Dia sosok yang sangat dekat dengan PPP di Gowa untuk saat ini.”

Siapa Andi Tenri Ajeng itu? Dialah istri Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP dari Sulsel asal Gowa yang akan memasuki periode kedua di DPR RI, yaitu Amir Uskara.

Soal keunggulan perempuan yang akrab disapa Tenri Ajeng ini, Dg Jarung menjelaskan kalau pengaruh Tenri sangat kuat dalam menaikkan suara PPP di Gowa. Ia dinilai sebagai sosok yang banyak memberi ide dan kontribusi ke partai dan kader PPP.

“Sederhana saja. Beliau itu punya peranan besar bagi partai. Kontribusinya membantu suaminya duduk dua kali di DPR RI, dan membantu anaknya duduk di DPRD Provinsi.”

Anaknya sendiri adalah kader muda PPP dari Gowa yakni Imam Fauzan yang berhasil menembus ketatnya persaingan di Dapil 1 Makassar dalam meraih kursi DPRD Sulsel.

Lawan-lawannya terbilang berat, yakni Andi Rachmatika Dewi yang pernah menjadi calon wakil wali Kota Makassar, Rudi Pieter Goni, Edward Horas, Andre Prasetyo Tanta dan lain-lain. Sementara petahana dari PPP yang ia tumbangkan adalah Abdul Wahid Ismail.