Parpol Minta Bawaslu Usut “Perampok” Suara Pemilu di Makassar

Proses perbaikan administrasi data suara pemilu untuk Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate di Grand Asia Hotel.

Proses perbaikan administrasi data suara pemilu untuk Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate di Grand Asia Hotel (Foto/ Ardiansyah Djournalist.com)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Partai politik (Parpol) meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut tuntas pelaku “perampok” suara pemilu yang terjadi di Makassar. Salah satunya yang terjadi di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Bawaslu Makassar harus mengusut tuntas. Apalagi sebentar lagi tahapan Pilkada serentak digelar. Masa mau terulang lagi,”ujar Ketua Bappilu PDIP Makassar, Raisul Jais di Grand Asia Hotel, Rabu malam, 16 Mei 2019.

Menurutnya, terjadinya pergeseran suara caleg dan partai diduga dilakukan pihak penyelenggara yang ada ditingkat bawah.

“Katakanlah dalam rapat pleno tadi terungkap terjadinya pergeseran suara. Dimana dalam DAA1 ke DA1 angkanya berubah. Pasti yang mainkan operator. Dalam hal ini penyelenggara,”katanya.

Ia berharap, KPU melakukan evaluasi bagi penyelenggara yang berbuat kecurangan. Sebab yang dirugikan adalah para caleg. Karena sudah melakukan sosialisasi selama delapan bulan lamanya hanya untuk mendapatkan satu suara dari masyarakat tetapi suaranya bergeser.

“Bagi kami di parpol ini menjadi bahan evaluasi,”ucapnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menemukan sejumlah pergeseran suara calon anggota legislatif (caleg) pada proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019. Pergeseran tersebut terungkap pada lanjutan rapat pleno rekapitulasi tingkat kota, di Grand Asia, Rabu sore.

Ketua Bawaslu Makassar Nursari mengungkapkan, pergeseran suara ditemukan saat proses koreksi atau membandingkan data rekapitulasi tingkat kelurahan DAA1 dengan data tingkat kecamatan DA1. Saat dinaikkan ke tingkat kecamatan, ada suara caleg yang bertambah maupun berkurang. Pergeseran diduga dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

“Setelah kita kroscek dan sesuaikan plano DAA1 dan DA1 memang ada ketidaksesuaian. Dari awal kita rekomendasikan untuk segera dibuka planonya, karena kami anggap plano ini sumber data akurat terkait perolehan suara di TPS,” kata Nursari kepada wartawan di sela rapat pleno rekapitulasi.

Nursari mengatakan, hasil suara yang tidak sesuai ditemukan di beberapa kecamatan di Makassar. Temuan untuk jenis pemilihan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota.

“Setelah kita buka, ada selisih. Di DPR RI ada sekitar 400 suara lebih. Di Provinsi 100 lebih. Di Kota belum dihitung, tapi kita lihat ada delapan partai di situ,” ucap Nursari.

Pada proses rekapitulasi, terlihat bahwa sejumlah caleg mengalami pergeseran suara. Salah satunya caleg NasDem untuk DPR RI, Aura Aulia Imandara pada Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate. Dia merupakan anak mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Pada wilayah tersebut, menurut Plano DAA1, Aura mendapatkan 69 suara. Namun di tingkat DA1 suaranya bertambah menjadi 479. Sedangkan untuk tingkat Makassar hingga kini rekapitulasi belum rampung.

Nursari mengatakan, pergeseran suara caleg menjadi temuan Bawaslu untuk segera ditindaklanjuti. Pihaknya juga merekomendasikan koreksi administratif dan telah dilaksanakan oleh KPU.

Selanjutnya, Bawaslu akan mengusut pelaku yang mengubah data rekapitulasi. Hal itu masuk pelanggaran pidana pelanggaran Pemilu. Perbuatan mengubah rekapitulasi penghitungan suara terancam hukuman penjara dua tahun.

“Yang melaksanakan perbuatan, itu yang akan kena. Persoalan itu dilakukan PPS atau PPK, kita belum bisa simpulkan. Kalau dalam prosesnya mengarah ke siapa pun yang terlibat, itu yang akan dapat sanksi,” kata Nursari.

Dengan adanya temuan tersebut, KPU Makassar telah melakukan koreksi administratif dan hasilnya sungguh mencengangkan.

“Kami sudah melakukan perbaikan administrasi data suara pemilu. Memang ada seperti itu. Sekarang ini kami tengah melakukan sinkronisasi data pemilih. Sehingga penetapan rekapitulasi kami skorsing hingga pukul 01.00 dinihari WITA,”jelas Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar.

Berikut temuan pergeseran suara pemilu di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate:

DPRD Makassar
-Suara partai PDIP berbeda
-Caleg PDIP nomor 01, ANTON PAUL GONI
*123 menjadi 105
-Caleg PDIP nomor 03, STEPANUS SWARDI HIONG
*46 menjadi 27
-Caleg PDIP nomor 06, EFRAIM AMBASALU BUMBUNGAN
*95 menjadi 53
-caleg PDIP nomor 07, ANDI IDHAM JAYA GAFFAR
*110 menjadi 85
-caleg PDIP nomor 10, ASNIWATI HAMZAH
*1 menjadi 247

DPRD Sulsel
-Caleg PKB nomor 04, Fauzi Andi Wawo
*144 dari 39
-Caleg Partai Golkar nomor 01, Kadir Halid
*148 menjadi 280
-Caleg Partai Golkar nomor 02, Andi Debbie Purnama
*115 menjadi 110
-Caleg Partai Golkar nomor 07, Serly Farouk
*38 menjadi 33
-Caleg Partai Golkar nomor 08, Abdul Talib Mustafa
*33 menjadi 28