KPU Makassar Akui Banyak Persoalan dalam Rekapitulasi Kecamatan Tamalate

KPU Makassar membuka kotak suara untuk mensinkronisasikan rekapitulasi di Kecamatan Tamalate yang digelar di Hotel Grand Asia, Senin malam, 13 Mei 2019

KPU Makassar membuka kotak suara untuk mensinkronisasikan rekapitulasi di Kecamatan Tamalate yang digelar di Hotel Grand Asia, Senin malam, 13 Mei 2019. (Foto/Ardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  – KPU Makassar mengakui banyak terjadi persoalan dalam rekapitulasi di Kecamatan Tamalate. Sehingga proses penghitungan tersebut diambil alih, Senin malam, 13 Mei 2019.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar mengatakan ada tiga kelurahan di Kecamatan Tamalate yang perlu dilakukan sinkronisasi penghitungan suara. Yaitu di Kelurahan Balang Baru, Parangtambung, dan Mangasa.

“Misalnya di Kelurahan Balang Baru, kami harus mencocokkan form DAA1 yang dimiliki oleh saksi dan DA1 plano yang dimiliki oleh KPU,”ujar Gunawan.

Jika sinkronisasi penghitungan suara untuk tiga jenis surat suara yakni DPR RI, DPRD Provinsi, dan Kota sudah tidak ada masalah. Selanjutnya akan diselesaikan ditingkat PPK Tamalate.

“Kemudian baru diteruskan ke tingkat kota. Jadi kemungkinan baru bisa esok, Selasa 14 Mei baru tuntas. Lalu dilakukan penetapan hasil rekapitulasi di 15 kecamatan,”katanya.

Gunawan menambahkan, dari 15 kecamatan di Makassar, sisa Kecamatan Tamalate yang belum selesai penghitungannya. Sehingga berdampak pada hasil penetapan.

Pantuan Djournalist.com, sejumlah saksi partai politik dan calon legislatif tengah berada di lantai tiga Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard. Untuk menyaksikan proses sinkronisasi data penghitungan suara pemilu 2019.

Terlihat pula Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo melakukan peninjuan secara langsung penghitungan tersebut.

Terlihat pula belasan massa menggunakan atribut dari PPP berusaha meringsek masuk ke lokasi hotel.

Terpisah, Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Asram Jaya mengatakan dengan belum masuknya hasil rekapitulasi Kabupaten Gowa dan Kota Makassar maka pihaknya menambah jadwal rekapan ditingkat provinsi selama tiga hari kedepan. Sejak tanggal 12 Mei kemarin.

“Rekap Provinsi Sulsel tetap dilanjutkan sampai 3 hari kedepan, menjadi tanggal 15 Mei. Dengan melakukan supervisi dan advokasi untuk dua kabupaten/kota (Gowa dan Makassar). Berdasarkan surat KPU RI,”jelasnya.