Kursi Golkar Anjlok di DPRD Sulsel

ilustrasi (foto: ist)

ilustrasi (foto: ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Kursi Partai Golkar di DPRD Sulsel hampir dipastikan turun, dari 18 kursi menjadi 13 kursi. Itu disebabkan sembilan Calon Legislatif inkumben Golkar DPRD Sulsel hampir dipastikan tidak terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini.

Selain itu, di beberapa Dapil kursi Golkar berkurang. Pada Pemilu 2014, tiga kursi di Dapil 7 (Kabupaten Bone), turun menjadi satu kursi. Begitu juga di Dapil 3 (Gowa-Takalar) yang tadinya tiga kursi turun menjadi satu kursi.

Juru Bicara DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai mengatakan, salah satu penyebab utama kursi Golkar anjlok tingkat DPRD Sulsel, dikarenakan perhitungan suara menggunakan metode sainte lague yang diberlakukan secara nasional. Sementara, parlemen threshold hanya berlaku untuk DPR RI.

“Sistem ini memang sangat merugikan Partai Golkar. Misalnya 7000 dan 3000 suara, sama-sama dapat satu kursi. Seandainya parlemen threshold berlaku secara nasional tentunya Golkar diuntungkan,” ujar Risman di Makassar, Ahad 5 Mei 2019.

Meskipun kursi Golkar anjlok, namun ia meyakini kursi ketua DPRD Sulsel tetap menjadi milik Golkar.

“Jadi tugas kita sekarang, mengawal suara Golkar. Kita juga menghimbau para caleg, jangan terlalu cepat euforia sebelum ada penetapan KPU,”jelasnya.

Adapun caleg Golkar yang diprediksi terpilih diantaranya, Andi Deby (Dapil 1), Rahman Pina (Dapil 2) Fachruddin Rangga (Dapil 3), Ince Langke (Dapil 4), Indira (Dapil 5), Sofyan dan Ina Kartika (Dapil 6), Isman (Dapil 7), Suwardi (Dapil 9), Jon Renden (Dapil 10), Muller dan Andi Hatta Marakarma (Dapil 11).