Lima Lembaga Survei Daftar ke KPU Sulsel untuk Ikut Quick Count Pemilu 2019

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya.

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan merilis daftar lima lembaga survei yang sudah mengajukan diri melakukan proses penghitungan cepat (quick count) Pemilu 2019. Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Asram Jaya menjelaskan lima lembaga itu nantinya, pada 17 April, berpeluang melakukan quick count.

Yaitu, Indikator Politik Indonesia, Saiful Mujani, Penelitian dan Pengembangan Kompas, Script Survei Indonesia, dan Mindset Riset dan Konsultas Indonesia.

Asram mengatakan, dalam Undang-Undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, lembaga survei dimungkinkan ikut menyebarkan hasil quick count. Namun Wahyu mengatakan lembaga survei harus tercatat secara resmi di KPU.

“Itu memang dimungkinkan oleh UU, tetapi undang-undang juga memang mengatur tentang kegiatan lembaga survei atau jajak pendapat sebagai bentuk partisipasi. Lembaga survei yang akan berpartisipasi itu harus mendaftar ke KPU. Itu sesuai aturan, selain itu ya melanggar aturan,” kata Asram melalui pesan WhatsApp, Senin 15 April 2019.

Ia mengungkapkan, dalam pasal 449, point 5 menyebutkan, pengumuman prakiraan hasil penghitungan cepat pemilu hanya boleh dilakukan paling cepat 2 (dua) jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat.

“Sementara dalam pasal 509 menyebyt setiap orang yang mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu dalam masa tenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 449 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 Juta,”jelasnya.