H-2 Jelang Pemilu 2019, Gerindra Makassar Klaim 75 Persen Pemilih Belum Miliki C6

Partai Gerindra Makassar mengeluhkan banyaknya pemilih yang belum mendapatkan kartu undangan memilih atau C6. Itu tersebar di 15 kecamatan di Makassar. Sehingga partai besutan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto inipun mendatangi kantor KPU Makassar untuk mendapatkan penjelasan, Senin 15 April sore.

Partai Gerindra Makassar mengeluhkan banyaknya pemilih yang belum mendapatkan kartu undangan memilih atau C6. Itu tersebar di 15 kecamatan di Makassar. Sehingga partai besutan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto inipun mendatangi kantor KPU Makassar untuk mendapatkan penjelasan, Senin 15 April sore.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Partai Gerindra Makassar mengeluhkan banyaknya pemilih yang belum mendapatkan kartu undangan memilih atau C6. Itu tersebar di 15 kecamatan di Makassar. Sehingga partai besutan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto inipun mendatangi kantor KPU Makassar untuk mendapatkan penjelasan, Senin 15 April sore.

Pengurus Gerindra yang datang diwakili oleh Ketua Bappilu, Pice Johali, Ketua Bidang Hukum, Kasrudi, dan PAC Gerindra Manggala, Rudi.

“Berdasarkan data kami, ada sekitar 75 persen warga Makassar belum mendapatkan undangan C6,”ujar Ketua Bappilu Gerindra Makassar, Pice.

Menurutnya, angka itu cukup tinggi karena jumlah pemilih di Makassar mencapai 967.590 orang yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Kami menginginkan pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik. Tapi kalau ada indikasi perangkatnya tidak bagus apalagi ada upaya sistematis tidak mendistibusikan C6, inikan dapat merugikan Partai Gerindra dan calon tertentu,”jelasnya.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar menuturkan, kedatangan pengurus Partai Gerindra di KPU untuk mengabarkan bahwa masih banyak warga yang belum menerima C6. Mereka menginginkan hak pilih warga diakomodir.

“Kami lalu menjelaskan bahwa sekarang proses disttibusi C6 sudah berjalan sejak dua hari lalu hingga sekarang. C6 paling lama diterima pemilih hingga tanggal 16 malam,”katanya.

Lanjut Gunawan, pemilih juga boleh mengambil langsung ke KPPS.  “Kami juga menjelaskan bahwa andaikata ada warga yang terdaftar di DPT, tapi tidak mendapatkan hingga hari H, tetap bisa memilih dengan memakai KTP Elektronik, mulai TPS dibuka hingga pemungutan selesai,”katanya.