Tuah Pemilih Milenial Bulukumba bagi Zul Majjaga

BULUKUMBA, DJOURNALIST.com – Generasi milenial menjadi warna baru di Pemilu 2019. Bahkan generasi ini menjadi salah satu komoditi politik yang paling diincar oleh para praktisi politik di Indonesia.

Meraih dukungan dari pemilih milenial merupakan keinginan dari sejumlah caleg yang akan bertarung di Pemilu 17 April. Seperti Zul Majjaga. Caleg Kabupaten Bulukumba Partai NasDem Nomor urut 5 Dapil 4 (Kecamatan Herlang, Kajang dan Bontotiro) itu semakin mantap menuju parlemen dengan sokongan dari pemilih milenial yang bersatu ingin perubahan di Kabupaten Bulukumba.

Salah satu Pemilih Milenial Kecamatan Bontotiro Khairun Najih mengaku bahwa setelah mendegar banyak gagasan pada silaturahim suara menyatukan kita maka kami nyatakan dukungan kepada Zul Majjaga.

“Kami pemilih milenial terdiri dari mahasiswa, pekerja, karyawan swasta, nelayan , pengrajin, tukang otomotif, berkomitmen dan bersama mengingingkan restorasi perubahan,” ungkap Khairun Najih, Selasa 9 April 2019.

Bentuk dukungannya pada Zul Majjaga tanpa alasan. Baginya sosok Zul mampu membawa kemajuan daerah baik pengingkatan kesejahteraan, pemanfaatan taman desa serta prinsip keadilan sosial yang adil dan berbudaya.

“Dan itu insyallah ada pada diri Zul Majjaga sebagai wakil rakyat kami di DPRD Bulukumba,” tutunya.

Terpisah, Andi Winda Perempuan Milienial Kecamatan Herlang menilai Zul Majjaga sosok pemuda yang energik dan inspiratif.

“Setelah melihat dan tatap muka dengan beliau, insyallah beliau mampu memperjuangan suara anak muda di DPRD nantinya, kami doakan beliau bisa duduk,” tuturnya.

Senada disampaikan, Syamsul Bahri Biasa disapa Zul Majjaga turut berterima kasih atas doa dan dukungan pemilih pemula tersebut.

“Panggung politik selalu menarik dikabarkan ke seluruh penjuru. Alasannya, karena dalam barisannya ada jejak prestasi anak – anak muda yang menawarkan harapan harapan, tapi mereka kadang tak nampak. Pertanyaannya. Bagaiman pemuda menjawab itu!”

Zul Majjaga menilai bahwa anak muda saat ini perlu diperhatikan penuh bukan hanya pada tahun politik.

“Harus ada ruang tersendiri bagi anak muda kita, salah satunya sangat penting dan mendesak data terpilah pemuda di adakan untuk meng inisiasi lahirnya kebijakan tentang potensi anak muda yang harus diaktulisasikan bersama-sama,” katanya. (**)