Kubu Prabowo Sudah Prediksi Bawaslu Sulsel akan Putuskan Kasus Video 15 Camat Makassar Tak Memenuhi Unsur Pelanggaran Pemilu

Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali

Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Makassar Prabowo-Sandiaga, Adi Rasyid Ali (ARA) angkat bicara terkait putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel yang memutuskan 15 camat Makassar dinyatakan tidak melakukan pelanggaran pemilu.

“Saya memang sudah prediksi begitu. Kita kan sudah serahkan semua pada Bawaslu, kalau Bawaslu-nya sudah mengatakan tidak terindikasi, ya sudahlah,” ujar ARA, Senin 11 Maret 2019 ketika dihubungi wartawan.

ARA yang tak lain Ketua Demokrat Makassar ini mengaku pasrah atas putusan Bawaslu Sulsel yang memutuskan tidak ada pelanggaran UU Pemilu yang dilakukan oleh 15 camat.

“Iya sudahlah, kita serahkan saja sama yang di atas, Allah SWT,” keluhnya.

Meski demikian, ia mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak mengerahkan dan memanfaatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kepentingan politik, khususnya di Pemilu nanti.

“Jangan coba-coba gunakan dan mengarahkan ASN di pemilu 2019. Rakyat sudah tahu dan rakyat sudah cerdas, tolong (ASN) untuk netral. Mari kita bertarung secara ksatria,” tegasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Makassar, khususnya emmak-emmak untuk melakukan pengawasan dan pengawalan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Mari kita berbondong-bondong kawal TPS masing-masing, jagai TPS jangan sampai ada kecurangan. Jangan golput, gunakan hak suara dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Terpisah, Juru bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandiaga, Andry Arief Bulu mempertanyakan putusan Bawaslu Sulsel. Salah satu pertanyaan bagi BPN Prabowo-Sandiaga Uno terkait video asli 15 camat bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Cuma ada satu yang menjadi tanda tanya, bahwa itu merupakan editan tapi apakah sudah pernah dibuktikan dari sisi telematika. Betulkah itu editan dan sekiranya bisa ditampilkan aslinya,” tegasnya.

Ia pun berharap Bawaslu Sulsel bisa menegakkan hukum semurni-murninya dan sesuai dengan aturan serta mekanisme Pemilu.

“Yang jelas bagi kami, ingin pembuktian yang hakiki saja. Bukan berdasarkan keterangan-keterangan saja, mohon bisa dibuktikan secara telematika bahwa apa yang disampaikan bawaslu sudah berdasarkan hasil dari pengecekan mulai mekanisme itu,”jelasnya.