Soal Klaim PKS Sulsel, Timses Jokowi Sebut Sulit Dipercaya

Wakil Ketua TKN, Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

Wakil Ketua TKN, Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding angkat bicara terkait klaim fraksi PKS Sulawesi Selatan yang menyebut calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sudah unggul di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan 1 pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Sangat sulit dipercaya. Hanya menjaga motivasi publik dan inelternalnya. Kami yakin menang besar sama seperti tahun sebelumnya,”ujar Abdul Kadir melalui pesan WhatsApp, Kamis 3 Januari 2019.

Menurutnya, klaim dan framing sepihak hanya untuk menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi bahwa Jokowi sudah unggul di Sulawesi Selatan. Pasalnya data yang dibeberkan oleh bersangkutan hanya bersifat asumsi dan untuk internalnya saja.

“Kehadiran pak JK dan bangkitnya sejumlah tokoh di Sulsel seperti Nurdin Abdullah, Andi Sudirman Sulaiman, Danny Pomanto, Syahrul Yasin Limpo, Nurdin Halid, dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan membuktikan bahwa Jokowi-Ma’ruf sudah unggul di Sulsel. Makanya kubu Prabowo-Sandi menutup-nutupi apa yang sebenarnya dengan menyampaikan data yang bersifat asumsi,”katanya.

Ketua Fraksi PKS Sulawesi Selatan di DPRD, Ariyadi Arsal menyebut bahwa calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sudah unggul di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan 1 pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Dapil tersebut meliputi enam kabupaten dan kota yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.

“Di Sulsel 1 keseluruhannya menang pasangan Prabowo-Sandiaga,”ujar Ariyadi di DPRD Sulawesi Selatan, Jumat 28 Desember 2018.

Indikatornya kata dia, masyarakat di Sulawesi Selatan menginginkan adanya perubahan dari segi ekonomi. Seperti BBM dan listrik naik. Begitupun kejelasan kebijakan honorer. Itu disuarakan oleh masyarakat ketika Sandiaga melakukan sosialisasi ke Sulawesi Selatan pada tanggal 24 dan 26 Desember 2018 kemarin.

“Ini berdasarkan pengamatan saya saat Sandiaga berada di daerah ini. Apalagi saya sudah diperintahkan oleh DPP untuk all out memenangkan pasangan ini,”katanya.

“Kami yakin perolehan suara Prabowo berbeda ketika di Pilpres 2014 lalu. Dimana hanya di Kabupaten Jeneponto saja yang menang. Kali ini sudah tidak lagi,”tambahnya.

Ariyadi membantah, kalau dalam pemilihan presiden partainya setengah-setengah memenangkan Prabowo-Sandi di Sulsel. Hanya mungkin manajemen pengaturannya di Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga perlu ditata ulang. Agar tidak beririsan antara pileg dan pilpres.