Pengamat Politik: Sangat Prematur Kalau Dikatakan Sandiaga Penerus JK

Pengamat politik dari Unhas, Aswar Hasan.

Pengamat politik dari Unhas, Aswar Hasan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin angkat bicara terkait komentar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, Andry Arief Bulu yang menyebut Sandiaga adalah penerus Jusuf Kalla (JK) sebagai calon Wakil Presiden dari Sulawesi Selatan.

“Menurut saya, klaim tim pemenangan Prabowo-Sandiaga yang menyebut Sandiaga penerus JK terlalu prematur,”ujar Aswar ketika dihubungi Djournalist.com, Kamis malam 27 Desember 2018.

Alasannya, karena dari segi kedekatan psikologis dan sosiologis belum ada. Kemudian, segi karakter dan model kepemimpinan pun belum tampak sebagaimana yang ada pada diri JK, selanjutnya dari segi jejak sosial masih sulit untuk diidentifikasi.

“Jangan karena terjadi kepanikan politik tiba-tiba saja mengklaim,”katanya.

Menuurutnya, apa yang disampaikan oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga adalah bentuk kepanikan. Setelah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menggelar silaturahmi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada saat Jokowi melakukan kunjungan di daerah ini selama dua hari pada tanggal 22 hingga 23 Desember kemarin. Dan itu direspon secara positif oleh sejumlah tokoh di daerah ini.

“Kalau mau jujur penerus pak JK ada pada diri Komisaris Jenderal Syafruddin yang kini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB),”ucapnya.

Pasalnya, lanjut Aswar, Syafruddin sudah banyak menimbah pengalaman dan pelajaran dari JK sehingga bisa mengerti jalan pikiran dan cara JK dalam menyelesaikan masalah. “Jadi kalau mengklaim ketokohan harus hati-hati. Diperlukan rasa keadilan dan kejujuran sebelum mengklaim sebuah identitas, sehingga tidak terjadi klaim sepihak, yang menyebabkan penyesatan opini publik ”jelas Aswar.