Dalam Pembekalan Calegnya, Suzanna Ingatkan Bawaslu Sulsel Jangan Tidur

pembekalan bakal calon anggota legislatifnya di Hotel Raising, Jalan Racing Centre, Kamis 27 Desember 2018.

pembekalan bakal calon anggota legislatifnya di Hotel Raising, Jalan Racing Centre, Kamis 27 Desember 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ketua PKPI Sulawesi Selatan, Suzanna Kaharuddin meminta Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan untuk tidak tidur pada saat hari pemilihan umum tanggal 17 April 2019 mendatang.

Itu disampaikan Suzanna saat menggelar pembekalan bakal calon anggota legislatifnya di Hotel Raising, Jalan Racing Centre, Kamis 27 Desember 2018.

“Kami minta Bawaslu untuk tidak tidur pada hari pemilihan,”ujar Suzanna.

Pasalnya, di hari pemilihan itu sangat rawan terjadi pelanggaran money politik. Tentunya jika dibiarkan sangat berdampak pada bakal calon anggota legislatif dari partai lain yang tidak memiliki uang cukup banyak untuk melakukan seperti itu.

“Ini perlu untuk diantisipasi. Karena dari pemilu ke pemilu kejadian seperti itu banyak terjadi,”katanya.

Hal lain, lanjut Suzanna mengingatkan kepada penyelenggara pemilu untuk tidak tebang pilih dalam menertibkan alat peraga kampanye (APK). Sebab banyak dijumpai bacaleg dari kalangan tertentu yang melakukan pelanggaran tidak ditertibkan berbeda kalau bukan dari kalangan pejabat.

“Kan kasihan. Sudah mahal-mahal buat APK dengan jumlah banyak tapi diturunkan. Sementara bacaleg dari kalangan pejabat yang melanggar dibiarkan,”tutur Suzanna.

Ia menambahkan, kegiatan pembekalan caleg ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung starategi apa yang dilakukan oleh Sekjen PKPI Very Surya Hendrawan dalam pileg mendatang. Agar perolehan kursi PKPI di daerah ini dapat meningkat termasuk ditingkat nasional. Selain itu untuk memberikan edukasi politik bagi partainya jelang pemilu. Karena itu PKPI menghadirkan KPU dan Bawaslu Sulawesi Selatan.

Adapun Sekjen PKPI Very Surya Hendrawan menargetkan 48 kursi partainya di DPR RI dan dua kursi di DPRD Sulawesi Selatan.

“Kita punya starategi untuk mengulang suara di pemilu tahun ini. Kami punya pemilih konvensional. Berasal dari keluarga tentara karena partai ini dari tentara. Sebanyak 1,1 juta. Kami juga sasar pemilih milenial, dan tentu menggelar konsolidasi ke seluruh pengurus di daerah,”jelas Very.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekjen PKPI Very Surya Hendrawan, Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, Bawaslu Sulsel, dan bacaleg dan pengurus PKPI di Kabupaten dan Kota. (**)