Soal Kotak Suara Berbahan Kardus, PDIP Sulsel jangan Pakai Logika Terbalik

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  PDIP angkat bicara mengenai polemik kotak suara berbahan kardus yang sempat viral di media sosial.Menurut Sekretaris PDIP Sulawesi Selatan, Rudy Pieter Goni (RPG) logistik pemilu itu ada karena sudah disetujui di DPR RI.

“Saya heran kenapa baru diributkan sekarang. Padahal hal itu sudah dikonsultasikan di DPR RI, tentu atas persetujuan fraksi. Sebaiknya jangan pakai logika terbalik,”ujar RPG, Senin 17 Desember 2018.

RPG menambahkan, jika diributkan, itu sama saja mencederai demokrasi. Karena barang yang sudah tuntas tapi dipermesalahkan. “Kenapa bukan sejak awal, kenapa baru sekarang?,”katanya.

Menurut Rudy, alasan-alasan yang disampaikan terkait penolakan kotak kardus tersebut, terkesan dibuat-buat. Misalnya saja, alasan takut basah, rusak, atau dibakar.

“Ada yang bilang takut basah, apakah lokasi pemungutan suara itu di alam terbuka. Takut dirusak, kan ada aparat keamanan yang jaga, ada TNI dan Polri Kita kirim surat saja tidak basah, apalagi kirim kardus yang bahan pemilu. Pasti akan dijaga, akan dibungkus,” katanya.

Karena itu, lanjut Rudy, bukan tidak mungkin isu ini sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendegradasi Pemilu 2019. Pasalnya, beberapa isu seolah dihembuskan agar supaya Pemilu 2019 dianggap tidak berkualitas.

“Jangan sampai nanti dibilang pemilu ini tidak berkualitas hanya gara-gara kotak kardus. Jangan mendegradasi pemilu ini. Menurut saya, ini menciderai demokrasi,”jelas anggota DPRD Sulsel ini.