Pelajaran di Pilkada Sebelumnya, Timsel II KPU Sulsel Selektif Menentukan Calon Komisioner

Tim seleksi KPU di tujuh daerah saat menggelar jumpa pers.

Tim seleksi KPU di tujuh daerah saat menggelar jumpa pers.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Tim seleksi (Timsel) II KPU Sulsel telah menyampaikan pengumuman terkait pendaftaran calon anggota KPU di tiga Kabupaten/Kota, meliputi Kota Makassar, Kota Parepare dan Kabupaten Enrekang. Pengumuman tersebut dilakukan melalui berbagai media baik media cetak elektronik maupun media sosial.

Hal itu diungkap oleh Ketua Timsel II KPU Sulsel, Hasrullah saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu 15 September 2018.

“Terkait seluruh persyaratan itu sudah ada terlampir dalam pengumuman yang disebar hari ini. Termasuk administrasi dan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi,” kata Hasrullah.

Sementara itu persiapan yang dilakukan oleh Timsel II ini, setelah melakukan rapat pleno pertama usai pelantikan yaitu memantau kelangsungan penyampai pengumuman kepada publik.

“Yang kita lakukan pertama tentu memantau bagaimana penyampaian pengumuman kepada publik melalui media. Kemudian kita juga menyurati beberapa organisaai kemasyarakatan,” tambahnya.

Hasrullah menjelaskan bahwa Timsel akan memilih 40 orang dari tiga Kabupaten/Kota yang telah memenuhi syarat tersebut untuk masuk ke tahap selanjutnya.

Ia juga berharap seluruh lapisan masyarakat yang akan ikut dalam seleksi ini adalah orang-orang memiliki integritas dan kompetensi yang mampuni untuk mengemban amanah sebagai Komisioner KPU.

“Kita tentu akan selektif. Khusus di Kota Makassar, kita juga sudah belajar banyak dari peristiwa kemarin bahwa kita membutuhkan para pemimpin di KPU Kota ini yang bisa mengatasi masalah seperti itu, dan integritas yang tidak di ragukan lagi,” tutupnya.

Berikut persyaratan untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota
sebagaimana ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dan
Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2018, yaitu :

1. Warga Negara Indonesia;
2. Pada saat pendaftaran berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun;
3. Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, dan cita cita
Proklamasi 17 Agustus 1945;
4. Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil;
5. Memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu,
ketatanegaraan, dan kepartaian;
6. Berpendidikan paling rendah SLTA untuk Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota;
7. Berdomisili di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing yang dibuktikan dengan Kartu
Tanda Penduduk Elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil;
8. Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika;
9. Telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik paling singkat 5 (lima)
tahun pada saat mendaftar sebagai calon;
10. Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau badan
usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar sebagai calon;
11. Bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang
berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota
KPU Kabupaten/Kota yang dibuktikan dengan surat pernyataan;
12. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam
dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
13. Bersedia bekerja penuh waktu, yang dibuktikan dengan surat pernyataan;
n. Bersedia tidak menduduki jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau Badan
Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah selama masa keanggotaan apabila
terpilih;
14. Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelanggara pemilu;
15. Tidak pernah diberhentikan tetap atas dasar putusan Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu; dan
16. Belum pernah menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten/Kota selama 2 (dua) kali
masa jabatan yang sama.