Kuasa Hukum Appi-Cicu: Kemenangan Koko Tidak Sah

Kuasa Hukum Appi-Cicu, Irfan Idham.

Kuasa Hukum Appi-Cicu, Irfan Idham.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sidang kasus Perselisihan Hasil Pemilihan Walikota Makassar Tahun 2018 di Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini memasuki tahap pemeriksaan, Jumat 27 Juli 2018.

Pihak Pemohon dalam hal ini Kuasa Hukum Tim Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), diberi kesempatan menyampaikan naskah gugatannya.

Hal ini diakui Kuasa Hukum Appi-Cicu, Irfan
Idham, usai sidang perkara di MK, Jum’at 27 Juli 2018.

“Tadi sudah dibacakan, pihak pemohon sudah membacakan terkait hal-hal yang menjadi materi gugatan kita,” kata Idham sapaannya, kepada djournalist.com saat dikonfirmasi via telepon.

Kuasa hukum Appi-Cicu dalam gugatan dengan nomor perkara 31/PHP.KOT-XVI/2018, mengatakan, bahwa kemenangan kolom kosong ini diraih secara tidak sah dalam peraturan perundang-undangan.

Namun, Idham belum mengatakan jumlah saksi yang akan dihadirkan.

” Belum, agendanya belum. Kita tunggu saja agendanya bagaimana. Jadi nanti setelah agendanya baru kita perlihatkan siapa saksi yang akan kita gunakan,” jelasnya.

Usai sidang pemeriksaan pendahuluan tersebut, sidang ditunda hingga hari Selasa 31 Juli 2018, dengan agenda ‘Jawaban
Termohon’.

” Insyaallah, untuk semuanya tim kami sudah siap. Kita tunggu saja agenda-agenda selanjutnya,” tutupnya.

Diketahui, di hari yang sama juga disenggarakan  sidang pemeriksaan pendahuluan dengan nomor perkara 30/PHP.KOT-XVI/2018, dimana Mohammad
Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti Ilham tercatat
sebagai pemohon. (**)