Ichsan Yasin Limpo: Perketat Pengawasan dan Laporkan Pelaku Politik Uang

Cagub Sulsel Ichsan Yasin Limpo

Cagub Sulsel Ichsan Yasin Limpo.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kandidat Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo terus mengimbau dan mengingatkan tim dan relawannya untuk waspada dengan berbagai potensi dan indikasi kecurangan jelang pencoblosan.

Saat memberi pengarahan secara tertutup ke pengurus dan kader FKPPI se-Kota Makassar, kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasehat FKPPI Sulsel, Ichsan mengimbau untuk tidak terlena dengan hasil enam Lembaga Survei yang menempatkannya di posisi pertama.

Menurut dia, baik jelang pencoblosan, maupun saat pemungutan dan penghitungan suara, semua yang berpotensi dimanfaatkan pihak yang mau berbuat curang harus terus diawasi, dan pergerakannya dipantau. Termasuk oknum penyelenggara yang tak netral.

Ada beberapa penekanan pasangan Andi Mudzakkar ini yang harus diwaspadai. Diantaranya, C6 atau surat pemberitahuan untuk memilih, serta lokasi tempat mencoblos.

Sebab bisa saja ada yang berusaha memanfaatkan untuk tidak membagikan C6 ke warga yang ketahuan adalah pendukung dan simpatisannya. “Kalau sampai tak mendapat C6, segera laporkan. Jangan sampai ada yang memanfaatkan, sehingga tidak sampai ke tangan pemilih,” tandas Ichsan Yasin Limpo,Selasa 12 Juni 2018.

Selanjutnya, lanjut dia, adalah pembagian sembako atau politik uang. Apalagi sudah beredar desas-desus mengenai pembagian paket sembako, sarung yang melebihi batas dari aturan KPU.

“Tak kalah penting surat undangan memilih. Perlu kita waspadai, sebab bisa saja ada yang mencoba membeli surat undangan. Tujuannya mengurangi partisipasi pemilih di kantong-kantong suara kita,” tambah Ichsan.

Selain itu, semua komponen, termasuk FKPPI tak boleh lengah di TPS. Pasalnya, oknum KPPS yang ingin berbuat curang, jangan sampai melakukan berbagai pelanggaran.

Seperti memanfaatkan cadangan kertas suara, atau membatalkan dukungan, seperti di kertas suara ditemukan rusak, atau terdapat dua coblosan.

Begitu juga jumlah yang memilih dan jumlah kertas suara harus ditahu detailnya saat rekapitulasi berlangsung. “Setelah itu semua, kotak suara harus dikawal dengan baik. Kita tidak mau di tengah jalan menuju PPK ada yang menukarnya dengan mengganti kotak suara yang lain. Jangan beri ruang siapapun yang mau berbuat curang,” paparnya.

“Insya Allah dengan izin Tuhan jika pilgub berjalan tanpa kecurangan, dan kita bisa memperketat pengawasan, maka kita akan menjadi pemenang,” pungkasnya yang disambut yel-yel “Punggawa Gubernur”.(**)