Survei LSI : Suara Mengambang di Pilgub Sulsel Mencapai 558 Ribu

Peneliti CPI-LSI Fitri Hari saat memaparkan hasil surveinya di Grand Hotel Clarion, Minggu 3 Juni 2018.

Peneliti CPI-LSI Fitri Hari saat memaparkan hasil surveinya di Grand Hotel Clarion, Minggu 3 Juni 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Survei yang dilakukan lembaga survei Citra Publik Indonesia- Lingkaran Survei Indonesia (CPI- LSI Network) menemukan jumlah suara mengambang dalam Pilgub Sulsel 2018 Sulawesi Selatan mencapai 14.0 persen atau sekitar 558 ribu. Karena itu, kemenangan di pemilihan gubernur Sulsel akan ditentukan oleh calon yang mampu mendulang suara mengambang.

“Suara mengambang masih cukup tinggi mencapai 558 ribu.Kalau dibulatkan bisa 600 ribu,”ujar Peneliti CPI-LSI Fitri Hari saat memaparkan hasil surveinya di Grand Hotel Clarion, Minggu 3 Juni 2018.

Fitri menambahkan, survei yang dilakukannya sejak tanggal 16 April lalu dengan menggunakan metode sampling multistage random sampling dan jumlah responden 700 orang itu menempatkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 28,6%. Disusul Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) 24,4%, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) 23,7%. Sedangkan di posisi terakhir, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, 9,3%.

“Selisih suara paslon IYL-Cakka dan NH-Aziz sekitar 4,2 persen. Sedangkan NH-Aziz dan NA-SS satu persen. Dengan masih banyaknya suara mengambang berarti elektabilitas ini masih dapat berubah,”katanya.

Untuk meraih suara mengambang itu, Fitri mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan.Diantaranya mengoptimalkan partisipasi di basis pemilih dan meyakinkan publik melanjutkan pembangunan Sulsel dan suces story. (**)