Polemik Pergantian AJD, Amir: Tetap Aras, Mariattang Lakukan Upaya Hukum

Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara bersama Ketua PPP Sulsel Muhammad Aras

Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara bersama Ketua PPP Sulsel Muhammad Aras.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Amir Uskara tetap bersikukuh bahwa Muh.Aras adalah calon pengganti Andi Jamarro Dulung (AJD) setelah masa tugasnya sebagai legislator DPR RI berakhir.

“Sekarang sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Memang pak AJD membuat komitmen dengan pak Aras,”‘ujar Amir Uskara ketika dihubungi Djournalist.com, Sabtu 2 Juni 2018.

Meski Amir mengakui, peraih suara terbanyak kedua setelah AJD adalah Mariattang. Tetapi bersangkutan tidak lagi di partai ini karena sudah diberi sanksi sehingga untuk calon pengganti AJD sudah tepat diberikan ke Aras.

“Sudah ada sanksi partai dan beliau (bu Andi Mariattang) di anggap menerima karena tidak pernah melakukan klarifikasi atau bantahan,”tutur Amir Uskara.

Untuk diketahui, Mariattang diberi sanksi karena ia salah satu kader PPP yang berada di kubu Djan Faridz bersama Taufiq Zainuddin ketika partai ini terbelah beberapa waktu lalu.

Sementara Andi Mariattang mengatakan, tengah memperjuangkan nasibnya ke Mahkamah Partai dan juga ke Pengadilan Jakarta Pusat. Agar kedudukannya dapat terakomodir sebagai kader PPP dan juga sebagai anggota DPR RI menggantikan AJD.

“SK pemberhentian saya persoalkan di Mahkamah Partai. Begitupun di pengadilan jakarta pusat,”katanya.

Adapun politisi PPP Andi Jamarro Dulung dikonfirmasi mengakui bahwa masa jabatannya di DPR RI sudah berakhir. Termasuk adanya kesepakatan itu dengan Aras.

“Maaf saya tidak mau komentar lebih jauh soal ini. Tapi memang benar kesepakatan itu ada,”katanya singkat. (**)