Jayadi Nas Bagian NA, Ini Bukti-bukti “Jekkongnya”

Jayadi Nas Bagian NA, Ini Bukti-bukti "Jekkongnya"

Jayadi Nas Bagian NA, Ini Bukti-bukti "Jekkongnya"

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Jayadi Nas yang sering mengatasnamakan akademisi Unhas untuk “menyerang” kandidat lain, termasuk menuding lembaga survei, seperti JSI, ternyata bagian dari Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), Kamis 31 Mei 2018.

Dosen Fisip Unhas yang sehari sebelumnya menuding kalau JSI melakukan “jekkong” (kecurangan), ternyata tanpa menyadari dirinya sendiri adalah pelaku “jekkong”.

Jayadi yang semestinya paham betul tentang aturan ASN tak boleh memihak, justru “melacurkan” diri sebagai bagian atau pendukung NA-ASS di Pilgub Sulsel. Parahnya selalu mengatasnamakan akademisi untuk menyerang lawan jagoannya.

Jika Jayadi menuding JSI tanpa bukti sama sekali, maka kecurangan Jayadi punya bukti sahih. Lewat sejumlah foto, mantan ketua KPU Sulsel ini berulangkali melakukan salam yang diindentikkan dengan NA-ASS. Termasuk memberikan pembekalan kepada relawan NA.

Seperti di Instagram “konsultan” NA, Yuhardin, berulangkali mengupload gambar Jayadi yang melakukan foto salamNA-ASS. Termasuk dengan ketua tim NA, Taufik Fachruddin.

Tak hanya itu, Jayadi yang diduga cerai dengan istrinya karena dugaan KDRT, juga terang-terangan berfoto di tempat umum sambil menaikkan tangan simbol-simbol NA-ASS. Termasuk bersama tim sukses NA lainnya.

Aktivis GMKI, Gusthi Puang Padang mengatakan, jika benar Jayadi bagian dari kandidat tertentu baru leluasa menyerang kandidat lain dan lembaga survei, maka itu bisa masuk kategori kejahatan berdemokrasi.

“Ini sudah keterlaluan. Mengatasnamakan akademisi, tapi bagian dari kandidat tertentu. Panwas atau Bawaslu mesti menindak kalau ada seperti ini. Termasuk Unhas harus memberikan sanksi,” tegas Gusti.(Rilis)