Merasa Dirugikan Oleh Sistem KPU, Calon Anggota DPD RI Melakukan Gugatan

Calon anggota DPD RI Harmansyah

Calon anggota DPD RI Harmansyah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Calon anggota DPD RI Harmansyah akan melakukan gugatan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan setelah dinyatakan tidak lolos dalam verifikasi administrasi tahap dua yang dilakukan oleh KPU Sulawesi Selatan.

“Insya Allah, Kamis (besok) pukul 09.WITA tim kami akan melakukan gugatan ke Bawaslu Sulsel,”ujar Harmansyah ketika dihubungi Djournalist.com. Rabu malam 30 Mei 2018.

Ia mengungkapkan, langkah itu ditempuh karena merasa dirugikan oleh proses penginputan data yang dilakukan oleh KPU Sulawesi Selatan. Dimana dukungan suaranya berupa KTP tidak terhitung sebanyak 24 KTP.

“Kami sesalkan sistem sheet desa template SIPP KPU yang berda di Desa Kasimbong, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara tidak disediakan. Sehingga dukungan suara kami tidak terinput.Jadinya kami dinyatakan tidak memenuhi syarat,”tutur Ketua OKK DPD HIPMI Sulsel ini.

Padahal, hal itu telah disampaikan ke KPU Sulawesi Selatan menjelang penutupan verifikasi administrasi tahap dua. Tapi pihak KPU Sulawesi Selatan tidak menggubrisnya.

“Seandainya 24 suara itu masuk, tentu saya memenuhi syarat,”katanya.

Sebab, ia mengaku telah memiliki 3.200 dukungan KTP yang tersebar di 18 kabupaten dan Kota.Sementara saat dilakukan perbaikan tidak ditemukan ada yang ganda.

“1.996 dukungan KTP yang diperbaiki. Hasilnya tidak ditemukan ada yang ganda,”ucapnya.

Dari data rekap perbaikan hasil penelitian administrasi, sisa total dukungan Harmansyah hanya mencapai 2.999 suara. Sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan verifikasi faktual. Dimulai pada 30 Mei hingga 19 Juni.

Selain Harmansyah, ada empat nama yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Yaitu Andi Adara Vanessa Baramuli, Abdul Shafatariah, Andi Kasmawati Paturussi, dan A. Ardiansyah. (**)