KPU Makassar: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansyur

Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansyur.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, memberikan klarifikasi terkait ‎pelaporan yang diajukan oleh Tim DIAmi dengan nomor registrasi permohonan : 002/PS/PWSL.MKS.27.01/V/2018, di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan AP. Pettarani Makassar, Senin 21 Mei 2018.

Dalam kalirifikasinya, KPU Makassar menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil konsultasi bersama KPU Sulsel dan KPU RI.

“Sesuai dengan panggilannya, yah apa alasan kita (KPU Makassar) menolak. Kita hanya mengikuti hasil konsultasi bersama KPU Provinsi dan KPU RI, ini kita lakukan secara berjenjang,” ungkap Komisioner KPU Makassar, Divisi Teknik, Abdullah Mansyur, usai penyidikan.

Ia mengaku, surat panggilan yang dilayangkan oleh Bawaslu Sulsel baru diterima pada pukul 11.00 siang tadi, “Surat panggilan itu baru kami terima sekitar jam 11, makanya Pak Ketua dan bu Rahma tidak bisa hadir hari ini,”katanya.

Dikabarkan Ketua KPU Makassar, Syarif Amir, dan Komisioner Divisi Logistik, Rahma Saiyed, sedang berada di Jakarta dengan agenda kepentingan logistik KPU Makassar.

Sementara, Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi, mengatakan bahwa Bawaslu masih menunggu kedatangan dua komisioner KPU Makassar yang tidak sempat hadir, untuk memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut.

“Harus hadir, kita masih memberi kesempatan sampai besok untuk dua komisioner yang belum hadir. Kalau besok juga tidak datang kita nyatakan selesai di tingkat Panwas,” jelasnya.

Diketahui, Bawaslu Sulsel memiliki waktu lima hari untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan demikian penyelesaian ditingkat Panwas Sulsel harus diputuskan pada Rabu 23 Mei 2018. (**)