Dipersidangan Saksi Cawalkot Parepare Faisal Andi Sapada Tidak Tahu-Tidak Tahu

Edi, salah seorang saksi dari Cawalkot Parepare Faisal Andi Sapada saat memberi keterangan di Bawaslu Sulsel

Edi, salah seorang saksi dari Cawalkot Parepare Faisal Andi Sapada saat memberi keterangan di Bawaslu Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Sidang dugaan money politik yang digelar di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, Kamis 19 April dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terlapor sungguh mencengangkan. Pasalnya dari tiga saksi yang dihadirkan oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 2 Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS) kebanyakan menjawab tidak tahu.

Itu terlihat ketika, dua diantara ketiga saksi yang dihadirkan tersebut bernama Edi dan Zaenal tidak mampu menjawab secara jelas pertanyaan dari majelis hakim maupun dari calon Wali Kota nomor urut 1 Taufan Pawe. Taufan dalam hal ini sebagai terlapor

“Apakah anda berada dilokasi ketika pembagian uang itu dilakukan,?’ dan apakah anda tahu siapa yang memberikan uang itu” kata Taufan kepada saksi Edi.

“Saya tidak tahu siapa yang membagikan uang tersebut. Tapi saya mendapat informasi bahwa di kegiatan itu ada pembagian uang”, ujar Edi.

Begitupun saat majelis hakim dari Bawaslu Sulsel Azry Yusuf bertanya kepada Edi. “Apakah saudara tahu kegiatan apa yang dilakukan oleh terlapor”. Edi kembali menjawab “tidak tahu.

Tapi lanjut Edi, dugaan money politik tersebut langsung dilaporkan ke Panwaslu setempat untuk diproses secara hukum

Hal yang sama ketika saksi kedua dihadirkan. Yaitu Zaenal. Saat itu Taufan bertanya. “Apakah anda berada dilokasi saat pembagian uang”.

Kemudian Zaenal menjawab ” dia tidak berada dilokasi. Tapi dihubungi oleh Edi. yang saat itu berada diacara pelantikan tim Maddusila jauh dari lokasi”

Kemudian Azry kembali bertanya.”Apakah saudara tahu kegiatan di posko tersebut”. Edi menjawab tidak tahu. Yang jelas ada pembagian uang yang sudah dilaporkan ke Panwas.Nilainya Rp 50 ribu yang tersimpan dalam amplop.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, sidang akan dilanjutkan, Jumat besok 20 April dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak terlapor. Yakni ahli yang menangani TSM dan persoalan Pilkada.

“Saya optimistis tidak melakukan money politik.Sebab yang terjadi pada 6 April lalu adalah menghadiri kegiatan PDIP di posko induk. Karena PDIP adalah partai pengusung saya. Sedangkan adanya pembagian uang saya tidak tahu.Yang tahu adalah PDIP. Karena pada saat itu saya sudah pulang,”kata Taufan.

Sedangkan kuasa hukum FAS, Risal Saputra meyakini jika Cawalkot Taufan Pawe melakukan pelanggaran administrasi dengan memberikan uang Rp 50 ribu kepada masyarakat agar di pilih dalam pemilihan ini.(**)