Taufan Pawe Bantah Lakukan Money Politik di Pilwalkot Parepare

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare Taufan Pawe-Pangerang Rahim memberi keterangan seusai menjaani sidang di kantor Bawaslu Sulsel.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare Taufan Pawe-Pangerang Rahim memberi keterangan seusai menjaani sidang di kantor Bawaslu Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pasangan calon nomor urut 1 Wali Kota parepare HM Taufan Pawe membantah tudingan telah melakukan money politik seperti yang dilaporkan oleh kuasa hukum pasangan calon nomor urut 2 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Achmad Faisal Andi Sapada- Asriadi Samad (FAS),Ahmad Tawakal Paturussi.Itu terungkap dalam sidang kedua yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan dengan agenda keterangan paslon nomor urut 1 HM Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP).

“Apa yang dilaporkan sungguh tidak benar. Saya tidak pernah melakukan money politik saat menghadiri kegiatan sosialisasi PDIP sebagai partai pengusungnya,”ujar Taufan kepada awak media, Selasa 17 April 2018.

Kehadiran dirinya di posko induk pada tanggal 6 April lalu hanya membahas kedekatannya dengan Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum partai tersebut. Selanjutnya ia pun pulang dan tidak memberikan uang kepada masyarakat.

“Saya memang hadir di lokasi itu. Tapi tidak melakukan pembagian uang seperti yang dituduhkan,”katanya.

Sementara itu, kuasa hukum pasangan calon nomor urut 2 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Achmad Faisal Andi Sapada- Asriadi Samad (FAS),Ahmad Tawakal Paturussi bersikukuh bahwa pasangan itu telah melakukan dugaan money politik. Itu dibuktikan dengan adanya warga yang menerima uang senilai Rp 50 ribu dan telah di proses di Panwas Parepare. Bahkan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres setempat.

“Kegiatan itu dihadiri 500 orang peserta. Ada pembagian uang kepada masyarakat. Bahkan sudah yang ditetapkan sebagai tersangka bernama Jamil Hasyim yang merupakan kader dari PDIP Parepare,”katanya.

Lebih lanjut Wakil Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP Sulawesi Selatan Andi Walinga tidak membantah jika dalam peristiwa itu, salah satu kadernya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. kader itu bernama Jamil Hasyim yang menjabat sebagai wakil sekretaris DPC PDIP Parepare.

Walinga menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 April lalu. Saat itu partainya tengah melakukan kegiatan konsolidasi di posko induk. Posko ini merupakan posko partai pengusung Taufan Pawe. Sejumlah pengurus pun ikut diundang termasuk Taufan Pawe.

Setelah memberikan kata sambutan, Taufan bergegas meninggalkan kegiatan itu. Selanjutnya partai memberikan “uang transport” kepada sejumlah kader yang ikut dalam kegiatan tersebut. Nilainya Rp 50 ribu per-orang.

“Apakah kami salah kalau uang itu untuk kader kami. Bukan masyarakat.Dan jumlah peserta pun sebanyak 74 orang saja. Bukan 500 peserta seperti yang dilaporkan,”katanya.

Sidang kedua yang digelar oleh Bawaslu tersebut akan dilanjutkan kembali pada Kamis 19 April dengan agenda sidang pembuktian. Kedua pihak, baik terlapor dan melaporkan akan menghadirkan saksi dan juga keterangan panwas jika dibutuhkan.(**)