Tiga Tempat Ini KPU Kesulitan Melakukan Coklit Data Pemilih di Sulsel

Plt Gubernur Sulsel Soni Sumarsono saat melakukan silaturahmi dengan KPU Sulsel

Plt Gubernur Sulsel Soni Sumarsono saat melakukan silaturahmi dengan KPU Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisioner komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan Mardiana Rusli mengakui KPU Sulawesi Selatan hingga kini masih kesulitan melakukan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di tiga lokasi. Yaitu di lembaga pemasyarakatan, suku kajang, dan Rumah Sakit Dadi.

Itu terungkap saat Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono bersama jajarannya melakukan silaturahmi ke kantor tersebut, Senin 16 April 2018, untuk mengetahui kesiapan KPU dalam menghadapi pemilihan kepala daerah yang di gelar di 13 daerah di Sulawesi Selatan.

“Kami masih kesulitan melakukan coklit di lapas begitupun dengan RS Dadi (RS gangguan kejiwaan), dan di suku Kajang, Kabupaten Bulukumba,”ujar Mardiana.

Ia menjelaskan, jumlah pemilih di lapas mencapai 1.047 orang. Kendalanya mereka tidak jelas identitasnya. Selain itu banyaknya rotasi penghuni lapas yang terjadi. Sementara di RS Dadi, pihaknya bingung melakukan pendataan terhadap mereka. Adapun di suku Kajang, kendalanya adat setempat tidak mengizinkan melakukan perekaman e-kTP bila assesoris yang digunakan dicabut untuk sementara.

“Inilah kendalami kami dilapangan,”katanya.

Senada, Kepala Diskudcapil Dalsik dan KB Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele menabahkan, pihaknya belum melakukan perekaman e-KTP di tiga lokasi itu karena banyaknya kendala yang ditemui. Misalnya yang terjadi di Kajang. Warga setempat tidak mengizinkan bila assesoris mereka dicabut untuk sementara. Diketahui, suku Kajang dikenal kerap menggunakan pakaian serba hitam.

“Ada sekitar 70 ribu suku kajang belum melakukan perekaman e-KTP,”ucapnya.

Kendala lain yang dijumpai adalah minimnya jaringan bagi daerah-daerah di kawasan pegunungan dalam melakukan perekaman e-KTP.

“Tapi kami tetap berupaya agar mereka dapat melakukan perekaman e-KTP. Sebab untuk pemilih pemula sudah tidak ada masalah,”katanya.

Jumlah pemilih pemula, lanjut Sukarniaty yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pada bulan Juni nanti mencapai sekitar 300 ribu orang.(**)