IPI Klaim Barakka Unggul 5 Persen dari Pammase di Pilkada Wajo

Beda kekuatan pasangan Barakka di Pilkada Wajo di warung kopi Dottoro Jalan Boulevard

Bedah kekuatan pasangan Barakka di Pilkada Wajo di warung kopi Dottoro. Jalan Boulevard

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Arah dukungan pemilih di Pilkada Kabupaten Wajo mulai berbalik. Pasangan Amran Mahmud-H Amran (Pammase) tidak lagi unggul atas rivalnya berdasarkan hasil riset terakhir.

Lembaga riset Indeks Politica Indonesia (IPI) membeberkan pasangan dr Baso Rahmanuddin Makkaraka-KH Anwar Sadat (Barakka) telah mengatasi ketertinggalannya atas Pammase dalam dua bulan terakhir. Barakka saat ini unggul 5 persen atas Pammase.

Advertisment

Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir menjelaskan pada riset Desember 2017 lalu pasangan Barakka tertinggal 10 persen dari Pammase. Namun dalam survei baru-baru ini Pammase justru tertinggal 5 persen.

“Dalam survei kami per Maret 2018, elektabilitas Barakka naik menjadi 45 persen lebih, sementara elektabilitas Pammase turun menjadi 40 persen koma sekian-sekian,” kata Suwadi dalam diskusi Ngobrol Pilkada di Warkop 212 Boulevard, Rabu 14 Maret 2018.

Dalam diskusi bertema Bedah Kekuatan Pasangan Barakka di Pilkada Wajo yang digelar Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulsel dan Grup Whatsapp Political School itu, Suwadi mengutarakan bahwa naiknya elektabilitas Barakka selain disebabkan oleh kepuasan publik Wajo terhadap kepemimpinan Bupati Andi Burhanuddin Unru, juga disebabkan oleh performa pergerakan tim Barakka yang lebih massif ketimbang Pammase.

“Naiknya elektabilitas Barakka tidak lepas dari peran ketokohan nama baik bupati dan peran partai politik seperti Anggota DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras. Kontribusi Pak Irwan Darmawan Aras sangat besar mengangkat elektabilitas Barakka dari tertinggal menjadi naik. Dan perlu dicermati, biasanya calon yang pernah unggul kemudian menjadi tertinggal, itu sulit untuk naik kembali elektabilitasnya,” tandas Suwadi.

Sementara itu, hasil survei Celebes Research Center (CRC) di Pilkada Wajo juga bocor ke publik. Dalam survei yang beredar di media sosial dan menjadi konsumsi wartawan tersebut, elektabilitas Barakka mencapai 43 persen sementara Pammase turun menjadi 38,6 persen. Namun belum ada konfirmasi dari Direktur CRC, Herman Heizer terkait kebenaran survei tersebut.

Dekan FISIP Universitas Bosowa, Dr Arief Wicaksono yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyebut naiknya elektabilitas Barakka menunjukkan bahwa publik Wajo lebih percaya kepada pasangan Barakka ketimbang Pammase. Hasil survei ini juga menunjukkan masyarakat Wajo puas dengan kinerja bupati Andi Burhanuddin Unru selama ini.

“Ada selisih lima persen berarti ada tren yang semakin baik. Tingkat kepercayaan masyarakat bisa diukur dari naiknya tren. Kalau pasangan calon itu trendnya turun berarti kepercayaan masyarakat berkurang. Begitupun sebaliknya. Apalagi kredibilitas IPI ini juga tidak perlu lagi dipertanyakan kalau terkait penelitian-penelitian ilmiah,” kata Arief.

Sedikit berbeda, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin mengingatkan pasangan Barakka untuk tidak jumawa dengan posisi yang unggul saat ini. Lantaran skenario head to head di pilkada mengakibatkan perubahan dukungan masyarakat rentan terjadi.

“Dalam posisi head to head, pergeseran suara itu cepat sekali terjadi karena cuma ada dua pilihan. Dimana basis desa menjadi yang paling menentukan. Kalau hari ini desa dikuasai oleh Barakka, maka kalau kemudian dalam satu dua bulan ini tim Barakka terlalu cepat puas dengan posisi sekarang, maka bisa jadi Pammase akan kembali menyalip,” kata Arqam kepada Harmansyah, Tim Strategi Barakka yang turut menjadi narasumber diskusi tersebut. (**)