Helikopter Kampanye Nurdin Abdullah Ternyata Milik Pengusaha Tambang Kontroversial?

Prof Nurdin Abdullah

Prof Nurdin Abdullah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Calon Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terus menuai kontroversi. Terbaru adalah penggunaan helikopter untuk berkampanye. Alasan kesehatan yang tak menunjang diduga menjadi alasan Nurdin Abdullah menempuh transportasi via udara, Selasa 13 Maret 2018.

Publik pun bertanya-tanya. Siapa pemilik helikopter itu?. Apa imbalan yang dimintanya kelak jika Nurdin Abdullah terpilih?.

Advertisment

Jika dilihat dengan seksama, ada nama perusaaan yang tertera pada helikopter tersebut. Yakni PT Jhonlin Air Transport. Dilansir situs wikipedia, Jhonlin Air Transport dimiliki Syamsuddin. Sosoknya juga cukup kontroversial. Ada yang juga menyebutnya Isam. Terkadang disebut juga Haji Hisyam.

Jejak digital banyak merangkum sepak terjang Syamsuddin alias Haji Hisyam yang membuatnya lekat dengan cap kontroversial. Karena dikenal sebagai mafia batu bara yang dekat dengan elite politik negeri ini.

Dia konon juga terlibat kasus pembunuhan yang sampai sekarang tidak jelas duduk perkaranya.

Perusahaannya juga bergerak di bisnis perkapalan pengangkut batu bara dan kapal tongkang. Perusahaan ini juga memiliki dua pesawat fokker dan dua helikopter yang biasa disewakan. Haji Hisyam juga besar di bisnis propreti.

Soal memodali calon di Pilkada, memang sudah menjadi kebiasaan Haji Hisyam. Tentu ini membuka ruang deal deal politik dengan calon yang didananinya. Itu sebabnya berpotensi besar terbentuk pemerintahan bayangan yang mengendalikan gubernur terpilih. Khususnya kebijakan di sektor ekonomi dan politik lokal.

Seperti sebuah rumus paten, para sponsor juga sudah pasti tidak menggratiskan sokongan dananya. Kelak, pasti si pemodal meminta uangnya kembali. Mungkin saja seperti Haji Hisyam, meminta imbalan izin pengelolaan tambang yang dimonopolinya.(**)