Tim Pembela Hukum Prof Andalan Awasi Kecurangan di Pilgub Sulsel

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Jelang penatapan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Senin besok 12 Februari 2018 kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) membentuk tim pembela hukum. Tim yang beranggotakan 10 orang itu bertugas melakukan pengawasan pemilihan gubernur.

Terdiri dari Asmar Oemar Saleh (ketua), Asrul Hossein (sekretaris), Husain Djunaid, Mustandar, Ahmad Naskah, Andi Walinya, Muhammad Ichsan, Hazlan, Nuraeni Ahmad,dan Salman Farisi (anggota).

“Ada 13 pernyataan sikap kami.Seluruh poin nya untuk mengawasi Pilgub,”ujar Asmar dalam jumpa persnya dirumahnya Tim Pejuang Prof Andalan di Jalan Haji Bau, Minggu 11 Februari 2018.

13 poin itu diantaranya, tidak ada mobilisasi massa yang menebar teror ketertiban sosial.Juga tidak ada mobilisasi kekuatan terorganisir yang mempengaruhi kemerdekaan pemilih. Kemudian tidak melakukan praktik money politics yang akan mempengaruhi kemerdekaan pemilih.

Tidak ada yang memalsukan dokumen pemilih atau data apapun dalam penyelenggaraan pilkada, tidak ada pemilih ganda atau ghost voter, dan dihimbau agar KPU RI, Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten dan Kota benar-benar netral dan tidak melakukan pemihakan terhadap calon tertentu.

“Kita sudah mulai bekerja mulai hari ini hingga tahap penghitungan suara.Bila kami menemukan pelanggaran calon terentu maka kami akan langsung bertindak melaporkan ke Bawaslu atau Panwaslu,”jelas Asmar.

Asmar menambahkan, pihaknya pun memiliki tim siber. Tim ini akan berkoordinasi dengan tim pembela hukum bila menemukan berita hoax menyerang jagoannya. (**)