KPU Terima Berkas DoaMu dengan Resi Pengiriman Sebagai Bukti SK Tidak Pailit, Kok Bisa?

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidrap sempat melakukan penolakan terhadap berkas pendaftaran yang diberikan oleh pasangan bakal calon Bupati Sidrap dan Wakil Bupati Sidrap Dollah Mando-Mahmud Yusuf (Doamu), Rabu 10 Januari 2018.

Alasannya, karena pasangan Dolla-Mahmud tidak dapat menunjukkan bukti surat keterangan tidak pailit yang dikeluarkan Pengadilan Tata Niaga.

Dengan setelah dilakukan negosiasi dan KPU menanyakan kepada Pengadilan Tata Niaga melalui telepon bahwa apakah betul ada permintaan surat keterangan tidak pailit atas nama Mahmud Yusuf, dan di ujung telepon menyatakan iya, maka KPU hanya meminta resi pengiriman surat keterangan tersebut.

“Jadi hanya dengan menyetor surat atau resi pengiriman berkas tidak pailit sudah dinyatakan diterima. Wah, ini perlu dipertanyakan di KPU. Hukum dari mana dan legalitas dari mana ada aturan membolehkan resi sebagai bukti isi surat keterangan pailit,” ujar Wakil Paguyuban Pemantau Pilkada Independen (PPPI) Ajatappareng, Zainal Natsir.

Menurutnya KPU harus transparan, dan tidak membuat keputusan yang tidak adil terhadap bakal calon.

Sementara itu, calon Bupati dari paket “IKRAR”, Andi Ikhsan Hamid, yang dihubungi Kamis (11/1/2018) mempertanyakan keputusan KPU yang menerima berkas Bapaslon “Doa-Mu” yang hanya menyetor resi bukti pengiriman, padahal seharusnya Pengadilan Tata Niaga yang mengeluarkan surat keterangan.

“Pada saat saya diterima mendaftar di KPU, Rabu malam kemarin (10/1/2018), saya sempat menanyakan masalah ini, dan menilai hal ini sebagai sesuatu yang aneh dan janggal,”katanya melalui ponselnya.

Sekadar diketahui, Doamu mendaftar di KPU Sidrap sebagai balon Bupati Sidrap pada pukul 14.00 Wita. Nanti selesai dan dinyatakan diterima berkasnya pada pukul 18.30 Wita. Dengan memperlihatkan resi pengiriman surat keterangan tidak dinyatakan pailit dari Pengadilan Tata Niaga. (**)