NH Tak Masukkan PPP Djan Faridz Saat Pendaftaran di KPUD Sulsel

Nurdin Halid

Nurdin Halid

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz) dijadwalkan akan melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel, pada 8 Januari 2018 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nurdin Halid. Menurut NH, pihaknya sudah menyampaikan surat kepada pihak KPU Sulsel terkait rencana tersebut.

“Tim GNH-17 bersama tim partai telah menyiapkan semuanya. Sekarang persiapannya sekitar 90%, masih ada beberapa administrasi yang belum, tapi kita sudah sangat siap. Dan kita sudah menyampaikan surat kepada KPU Sulsel bahwa kita akan melakukan pendaftaran pada tanggal 8 Januari pukul 10 pagi,” tuturnya saat ditemui, Selasa 2 Januari 2018.

Meskipun demikian, menurut NH, dirinya belum mengetahui apakah permohonan jadwal pendaftaran tersebut sudah dikonfirmasi kembali oleh KPU atau belum.

“Intinya suratnya sudah diterima oleh Sekretaris KPU Sulsel. Kami menunggu tanggal dan jam berapa kami harus datang. Tapi Insya Allah tanggal 8 kami akan lakukan pendaftaran,” urai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel tersebut.

Disinggung mengenai partai politik pengusungnya, NH yang juga Ketua Harian DPP Partai Golkar tersebut mengaku semuanya sudah final. Sejumlah partai politik yang telah menyatakan berkoalisi mengusung pasangan NH-Aziz antara lain Partai Golkar, Partai NasDem, PKPI, PKB dan Partai Hanura. Semua parpol tersebut dipastikan turut disertakan dalam berkas dokumen pendaftaran di KPU.

Menariknya, NH mengaku tak akan mendaftarkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Djan Faridz paska Mahkamah Agung memutuskan jika kepengurusan PPP yang sah secara hukum adalah PPP yang dipimpin Romahurmuziy.

“Untuk PPP Djan Faridz, untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai hukum karena kami taat hukum dan taat azas maka kami tidak mengikutkan PPP Djan Faridz sebagai partai pengusung tapi beliau tetap sebagai partai pendukung NH-Aziz. Beda pengusung dan pendukung. Insya Allah PPP Djan Faridz tetap sebagai pendukung,” tegasnya.

Diakui NH, dirinya telah berkomunikasi dengan DPW PPP Sulsel dan DPP PPP kubu Djan terkait keputusan tidak mengikutkan partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pimpinan DPW dan DPP PPP Djan Faridz. Oleh akrena itu, sudah ada pemahaman yang sama untuk menghindari legalitas standing daripada NH-Aziz,”katanya.(**)