Hujan Interupsi Warnai Rapat Pleno IYL-Cakka di Clarion

Rapat Ppeno terbuka calon perseorangan IYL-Cakka di Grand Hotel Clarion selasa malam.

Rapat Ppeno terbuka calon perseorangan IYL-Cakka di Grand Hotel Clarion selasa malam.

MAKASSAR, DJOURNALIST. com-Rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Selatan di Grand Hotel Clarion, Selasa 2 Januari 2018 diwarnai hujan interupsi dari tim pemenangan rumah kita pasangan calon Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakar (IYL-Cakka).

Itu terjadi ketika 24 KPUD se-Sulawesi Selatan telah membacakan hasil rekapitulasi dukungan pasangan bertagline Punggwa-Macakka. Sebelumnya tim rumah kita telah melakukan protes hasil tersebut. Sebab KPUD hanya membaca rekapitulasi yang memenuhi syarat (MS) padahal mereka menginginkan yang tidak memenuhi syarat (TMS) ikut dibacakan.

“Jangan hanya yang memenuhi syarat saja, “ujar tim bagian pendataan rumah kita, Alim.

Dalam catatan tim hukum rumah kita, jagoannya banyak dirugikan oleh KPUD dalam melakukan verifikasi faktual dan persoalannya berbeda-beda.

Misalnya di Kabupaten Selayar, pihaknya menemukan verifikasi faktual yang tidak melalui semua metode.

Misalnya, KPUD setempat hanya sekali mendatangi warga, tidak diberi kesempatan melakukan video call, dan ironisnya ada basis IYL-Cakka di kabupaten itu tidak pernah didatangi oleh petugas penyelenggara pemilu.

“Kok bisa TMS?,”ujar Yaser.

Selain itu di Sinjai ditemukan dugaan pencurian data suara sehingga pasangan ini kehilangan suara sebanyak 241.

“Saat di verifikasi berjumlah 7.041.tapi dalam berita acara tersisa7.011,”ini ada apa, dia menambahkan.

Lain lagi di Bulukumba, ada oknum petugas pemunguatan suara (PPS) melakukan verifikasi administrasi tanpa melakukan penyortiran dan tanpa panwas.

“Kami mohon hal ini dijelaskan, “tutur Yaser.

Menanggapi hal itu Komisioner Divisi Teknis KPU Provinsi Sulsel, Misnah Attas meminta kepada tim IYL – Cakka untuk memberikan data – data yang detail mengenai temuan – temuan di lapangan yang dianggap pelanggaran.

“Secara umum ini sudah berjalan baik seperti yang disebutkan tadi, hal – hal yang sifatnya kasuistik supaya dijelaskan, agar tidak menjeneralkan bahwa proses ini kurang baik,” tutur Misnah.

Menurutnya, KPU Provinsi Sulsel dan KPUD Kabupaten/ Kota tidak pernah ada maksud untuk menyulitkan tim paslon secara adminstratif. “Kita berjalan sesuai aturan dan ada hal – hal yang harus kita jalakan yang mengikat sesuai aturan KPU,” katanya.

Hasil pleno rekapitulasi IYL-Cakka tak mencukupi hanya meraih 476.734 suara. Kurang 3.390 suara. Dari syarat yang ditentukan oleh KPUD Sulsel 480.124.suara.

Lolos tidak nya IYL-Cakka akan diketahui pada tanggal 12 Februari pada saat penetapan calon gubernur dan wakil gubernur yang maju di jalur parpol dan perseorangan.

Turut hadir dalam rapat pleno itu diantaranya Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan, KPUD se-Sulsel, Ketua Tim Rumah Kita Bahar Ngitung, dan terlihat pula Ketua Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah. (**)