Koalisi Rakyat dan Parpol Jadi Kekuatan Besar IYL-Cakka

Totalitas Partai Demokrat dalam memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Totalitas Partai Demokrat dalam memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kekuatan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang menggabungkan koalisi rakyat dan dukungan parpol, dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi siapapun lawan politiknya di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Dengan memadukan dua kekuatan ril melalui dukungan rakyat dan struktur partai politik yang berada dibarisan “Mr Komitmen” ini, bakal menjadi kekuatan signifikan menuju kursi gubernur dan wakil gubernur.

Pengamat Politik dari Unhas, Dr Adi Suryadi Culla mengatakan, jalur independen yang disokong oleh dukungan partai politik, seperti Demokrat dan PPP adalah perpaduan dua kekuatan yang ril bagi IYL-Cakka.

“Sebenarnya partai politik itu salah satu kekuatan ril yang seharusnya bisa mengantarkan untuk memenangkan calon. Dukungan independen juga seperti itu,” kata Adi saat dimintai analisisnya oleh wartawan, Sabtu 23 Desember 2017.

Dia menjelaskan, partai politik memang tidak hanya sekedar memberikan rekomendasi sebagai kendaraan politik untuk mendaftar di KPU. Lebih dari itu, kata dia, akan menjadi mesin politik dan infrastruktur yang efektif dalam memenangkan kandidat.

Apalagi saat ini, kedua partai yang sudah menyatakan dukungan ke IYL-Cakka sudah memberikan instruksi ke kader yang sifatnya adalah kerja pemenangan. Dilain sisi, partai politik pengusung kandidat lainnya, belum memperlihatkan kerja infrastruktur partai secara maksimal.

“Jadi kalau komitmen sudah dibuat itu tentunya akan memberikan konstribusi politik terhadap posisi IYL-Cakka. Cuma harus dikelolah dengan baik, dengan koordinasi yang intens. Karena parpol itu salah satu kelemahannya, jika mesin politiknya tidak bekerja efektif, maka biasanya parpol yang menjadi kendaraan dalam mendaftar, hanya sekedar formalitas saja. Tidak bisa bergerak secara ril pada saat terjadi konsestasi,” ucap dia.

Hanya memang, kata dia, perlu sinergi antara PPP dan Demokrat dalam memenangkan pasangan calon jagoannya, terutama dalam menyatukan kekuatan dukungan rakyat yang diterima IYL-Cakka.

“Itu kan menjadi tantangan bagi Demokrat dan PPP. Tapi kalau koordinasi baik, mungkin bisa bergerak lebih efektif dari partai pungusung,” tandasnya.(**)